anyar

Tampilkan postingan dengan label tugas sekolah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tugas sekolah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 November 2015

soal lingkaran



SOAL-SOAL LINGKARAN BESERTA JAWABAN

Contoh Soal 1
Sebuah lingkaran memiliki panjang diameter 35 cm. Tentukanlah keliling lingkaran dan luas lingkaran.

Penyelesaian
d = 35 cm => r = ½ x d = 17,5 cm
Untuk mencari keliling lingkaran dapat digunakan rumus berikut.
K = πd = (22/7) x 35 cm = 110 cm

Sedangkan untuk mencari luas lingkaran dapat menggunakan rumus berikut.
L = π (½ x d)2
L = ¼ π x d2
L = ¼ x 22/7 x (35 cm )2
L = 962,5 cm2

Contoh Soal 2
Panjang jari-jari sepeda adalah 50 cm. Tentukanlah diameter ban sepeda tersebut dan keliling ban sepeda tersebut.

Penyelesaian:
r = ½ d => d = 2r = 2 x 50 cm = 100 cm
K = πd = 3,14 x 100 cm = 314 cm

Contoh Soal 3
Sebuah lapangan berbentuk lingkaran memiliki 88 m, tentukanlah luas lapangan tersebut.

Penyelesaian:
K = 2πr
88 m = 2 x 22/7 x r
88 m = 44r/7
2 m= r/7
r = 14 m

L = πr2
L = (22/7) x 142
L = 22 x 2 x 14 m2
L = 616 m2

Contoh Soal 4
Perhatikan gambar di bawah ini!

Sebuah persegi terletak tepat di dalam sebuah lingkaran. Jika persegi tersebut memiliki panjang sisi 14 cm, tentukanlah jari-jari lingkaran, keliling lingkaran dan luas yang diarsir.

Penyelesaian:
Untuk mencari jari-jari lingkaran terlebih dahulu cari diameter lingkaran (AC) dengan menggunakan rumus phytagoras yaitu:
AC = √(AB2 + BC2)
 AC = √(142 + 142)
AC = √(196+196)
AC = √(2 x 196)
AC = 14√2 cm
jari-jari lingkaran sama dengan setengah diameter lingkaran (AC), maka
AO = ½ AC
AO = ½ x 14√2 cm
AO = 7√2 cm

Untuk mencari keliling lingkaran gunakan rumus keliling lingkaran yaitu
K = 2πr
K= 2 x 22/7 x 7√2 cm
K = 44√2

Untuk mencari luas daerah yang di arsir kita tinggal mengurangkan luas lingkaran dengan luas persegi. Jadi terlebih dahulu cari luas lingkaran dan luas persegi.
Luas lingkaran = πr2
Luas lingkaran = (22/7) x (7√2 cm)2
Luas lingkaran = 308 cm2

Contoh Soal 5
Sebuah ban mobil memiliki panjang jari-jari 30 cm. Ketika mobil tersebut berjalan, ban mobil tersebut berputar sebanyak 100 kali. Tentukan diameter ban mobil, keliling ban mobil, dan jarak yang ditempuh mobil.

Penyelesaian:
d = 2r = 2 x 30 cm = 60 cm
Jadi diameter ban mobil adala 60 cm

K = πd
K = 3,14 × 60 cm
K = 188,4 cm
Jadi keliling ban mobil adala 188,4 cm

Jarak yang ditempuh ketika ban mobil berputar 100 kali adalah
Jarak = keliling × banyak putaran
Jarak = 188,4 × 100
Jarak = 18.840
Jadi, jarak yang ditempuh ketika ban mobil berputar 100 kali adalah 18.840 cm atau 188,4 m

Contoh Soal 6
Perhatikan gambar di bawah berikut ini!

Sebuah lingkaran tepat berada di dalam persegi. Jika ukuran rusuk persegi tersebut adalah 14 cm, tentukanlah luas persegi, luas lingkaran, dan luas daerah yang diarsir.

Penyelesian:
Untuk mencari luas persegi kita gunakan rumus luas persegi yaitu:
 L.persegi = s2
L.persegi = (14 cm)2
L.persegi = 196 cm2

Sedangkan untuk mencari luas lingkarani kita gunakan rumus luas lingkaran yaitu:
L.lingkaran = πr2
L.lingkaran = (22/7) x (7 cm)2
L.lingkaran = 154 cm2

Luas daerah yang diarsir merupakan luas daerah persegi yang dikurangi dengan luas lingkaran, yaitu:
L.arsir = L.persegi - L.lingkaran
L.arsir = 196 cm2 - 154 cm2
L.arsir = 42 cm2

Contoh Soal 7
Perhatikan gambar di bawah berikut ini. Sebuah persegi terletak tepat berada di dalam lingkaran. Jika keliling persegi tersebut adalah 112 cm, tentukanlah luas persegi, luas lingkaran, dan luas daerah yang diarsir.



Penyelesian:
Untuk mencari luas persegi dapat digunakan rumus hubungan antara luas persegi dengan kelilingnya, yaitu:
L. persegi = K2/16
L. persegi = (112 cm)2/16
L. persegi = 784 cm2

Untuk mencari luas lingkaran terlebih dahulu harus diketahui jari-jari lingkaran tersebut, sedangkan jari-jari lingkaran akan didapat jika sudah ketemu diameter dari lingkaran tersebut. Diameter lingkaran akan di dapat setelah sisi dari persegi tersebut dikatahui kemudian menggunakan rumus phytagoras.
s = K/4
s = 112 cm/4
s = 28 cm

setelah ketemu sisi persegi maka diameter (d) lingkaran yang sama dengan diagonal persegi dapat dicari dengan menggunakan rumus phytagoras, yaitu:
d = √(s2 + s2)
d = √(282 + 282)
d = √(784 + 784)
d = √(2 x 784)
d = 28√2 cm

r = ½ d
r = ½ x 28√2
r = 14√2 cm

Sekarang kita akan mencari luas lingkaran dengan menggunakan rumus
L. lingkaran = πr2
L. lingkaran = (22/7) x (14√2 cm)2
L. lingkaran = 1.232 cm2

Luas daerah yang diarsir merupakan luas daerah lingkaran yang dikurangi luas daerah persegi, maka:
L.arsir = L. lingkaran – L. persegi
L.arsir = 1.232 cm2 - 784 cm2
L.arsir = 448 cm2

Jadi luas daerah yang diarsir adalah 448 cm2.

Contoh Soal 8 Kntekstual
Di pusat sebuah kota rencananya akan dibuat sebuah taman berbentuk lingkaran dengan diameter 56 m. Di dalam taman itu akan dibuat kolam berbentuk lingkaran berdiameter 28 m. Jika di luar kolam akan ditanami rumput dengan biaya Rp6.000,00/m2, hitunglah seluruh biaya yang harus dikeluarkan untuk menanam rumput tersebut.

Penyelesaian:
Untuk mencari luas lingkaran yang ditamani rumput dapat dicari dengan cara mengurangi luas lingkaran seluruhnya dengan luas lingkaran yang ada di dalam. Oke sekarang kita cari terlebih dahulu luas lingkaran seluruhnya yang diameternya 56 cm, yaitu:
r = ½ d = ½ x 56 m = 28 m
L total = πr2
L total = (22/7) x (28 m)2
L total = 2.464 m2

Untuk mencari luas lingkaran dalam sama caranya seperti mencari luas lingkaran total, hanya saja diamternya saja yang beda yaitu 28 m.
r = ½ d = ½ x 28 m = 14 m
L total = πr2
L total = (22/7) x (14 m)2
L total = 616 m2

Luas lingkaran yang ditanami rumput dapat dicari dengan cara mengurangi luas lingkaran total dengan luas lingkaran dalam, yaitu:
L.rumput = L.total – L.dalam
L.rumput = 2.464 m2 – 616 m2
 L.rumput = 1.848 m2

Terakhir sekarang kita akan tenutkan berapa biaya yang diperlukan untuk menanam rumput jika harga rumput tersebut Rp6.000,00/m2.
Biaya = L.rumput x biaya
Biaya = 1.848 m2 x Rp6.000,00/m2
Biaya = Rp. 11.088.000,00

Jadi biaya yang diperlukan untuk menanam rumput yang ada di luar kolam sebesar Rp. 11.088.000,00.

Contoh Soal 9:
Sebuah stadion berbentuk lingkaran memiliki keliling 132 m, berapakah luas keseluruhan dari stadion tersebut!

Pembahasan:
Untuk mencari luas lingkaran kita harus mengetahui jari-jarinya terebih dahulu. karena yang diketahui adalah keliling lingkaran, maka kita bisa mengetahui jari-jarinya dengan rumus:

K = 2πr
132 m = 2 x 22/7 x r
132 m = 44r/7
3 m = r/7
r = 21 m

Setelah jari-jarinya diketahui barulah kita bisa mencari luasnya:

L = πr2
L = 22/7 x 21 x 21
L = 22/7 x 441
L = 1386 m2


Contoh Soal 10:
Ada sebuah lingkaran berada tepati ditengah-tengah sebuah persegi. apabila panjang persegi tersebut adalah 35cm, coba kalian tentukan luas persegi, keliling lingkaran, serta luas dari lingkaran tersebut!

Pembahasan:
Luas persegi kita cari dengan rumus:

Luas Persegi = s2
Luas Persegi = 352
Luas Persegi = 1225 cm2

Sekarang kita cari luas lingkaran tersebut:
karena posisi lingkaran tepat berada ditengah persegi maka diameternya sama dengan panjang sisi persegi yaitu 35cm. berarti jari-jari dari lingkaran itu adalah 12,5 cm

Luas lingkaran = πr2
Luas lingkaran = 22/7 x 12,52
Luas lingkaran = 491,07 cm2

Setelah itu cari kelilingnya:
Keliling Lingkaran = 2πr
Keliling Lingkaran = 2 x 22/7 x 12,5
Keliling Lingkaran = 78,57 cm

resi ktp



PEMERINTAH KABUPATEN BOGOR
KECAMATAN JASINGA
KANTOR KEPALA DESA CIKOPOMAYAK
Alamat: Jl. Raya Jasinga – Tenjo Km. 04  Jasinga-Bogor  Kode Pos 16670


SURAT BUKTI PERMOHONAN KTP
Nomor: 474.4/…… / ……/……..

            Yang bertandatangan di bawah ini Kepala Desa Cikopomayak, menerangkan bahwa:
1.            Nama                           :……………………………………………………………….
2.            Nomor KTP                 : ………………………………………………………………
3.            Tempat?Tgl. lahir          :……………………………………………………………….
4.            Jenis Kelamin               :……………………………………………………………….
5.            Agama                         :……………………………………………………………….
6.            Status Perkawinan        :……………………………………………………………….
7.            Pekerjaan                     :……………………………………………………………….
8.            Kewarganegaraan         :…………………/ No. SKBRI……………………………….
9.             Alamat                        :……………………………………………………………….

            Telah mengajukan permohonan KTP baru/ penggantian KTP yang telah habis masa berlakunya, surat buktti permohonan ini berlaku selama 1 bulan/ sampai dengan di keluarkan KTP baru.
                                                                                    Cikopomayak, ……………………...


Poto
 
            Ttd Pemohon                                                          Kepala Desa Cikopomayak









 
            Nama Jelas                                                                  


cara sujud syukur



Cara Melakukan Sujud Syukur Dan Hukumnya


Cara Melaksanakan Sujud Syukur
Pengertian Sujud Syukur
Jika hajat kita telah tercapai, maka hendaklah kita menzahirkan rasa penghargaan kita terhadap Allah melalui sujud syukur. Sujud syukur bermaksud sujud yang dilakukan kerana mensyukuri nikmat Allah. Sujud syukur  ini disunatkan kepada seseorang yang terlepas dari bahaya atau orang yang mendapat nikmat dari Allah SWT.

Abi Bakrah meriwayatkan “bahawa Nabi  SAW apabila datang kepadanya sesuatu yang mengembirakan atau khabar suka, baginda terus sujud berterima kasih kepada Allah”.(Riwayat Abu Dawud dan Tarmizi)

Firman Allah SWT:

Dan (ingatlah juga), ketika Tuhanmu memaklumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (Quran, surah Ibrahim, 14:7)

SEBAB-SEBAB SUJUD SYUKUR DILAKUKAN

Secara umumnya sujud syukur itu dilakukan apabila seorang hamba itu mendapat nikmat atau terhindar dari suatu bencana atau mendapatkan kembali sesuatu yang telah hilang atau selamat dari merbahaya.

Dalam hal ini hukum sujud syukur menurut mazhab Syafii dan Hanbali adalah sunat, sama ada nikmat yang diperolehi atau bencana yang dialami itu khas bagi dirinya atau am bagi semua umat Islam, seperti kemenangan ke atas musuh, hilangnya wabak yang merbahaya dan sebagainya. Tetapi terdapat suatu pandangan dikalangan mazhab Hanbali bahawa sujud syukur hanya dilakukan bagi nikmat yang sifatnya umum untuk semua umat Islam dan bukan untuk nikmat yang khas.


SYARAT-SYARAT SUJUD SYUKUR

Syarat sujud syukur menurut madzhab Syafi'i sama dengan shalat dan sujud tilawah, yaitu:

1. Suci dari hadats kecil dan besar (punya wudhu dan tidak sedang junub).
2. Pakaian dan tempat yang dipakai sujud harus suci.
3. Menutup aurat, menghadap kiblat, niat melaksanakan sujud tilawah.
4. Masuknya waktu sujud yaitu segera setelah waktu terjadinya nikmat atau terhindarnya musibah.

KAIFIAT SUJUD SYUKUR

Cara pelaksanaanya adalah sebagai berikut:
1) Mengadap kiblat
2) Bertakbir kemudian sujud sekali dengan membaca doa sepertimana doa sujud di dalam solat.
3) Bertakbir sekali lagi untuk bangkit daripada sujud, kemudian salam tanpa membaca doa tasyahud.

(untuk salam boleh dilakukan sekali)


HUKUM SUJUD SYUKUR PADA WAKTU YANG DILARANG
MENGERJAKAN SOLAT


Makruh hukumnya mengerjakan sujud Syukur pada waktu-waktu yang dilarang mengerjakan solat sunat seperti selepas solat Subuh atau selepas solat Asar. Meskipun pada ketika itu berlaku sebab-sebab yang membolehkan mengerjakan solat sunat. Begitu juga tidak dibenarkan mengerjakan sujud syukur ketika mendengar khutbah Jumaat.

Hukum sujud syukur adalah sunnah dan tidak wajib berdasarkan pada hadits di atas dan pendapat jumhur ulama. As-Syaukani menyatakan dalam Al-Bahr Az-Zikhar, 1/286:
قد وردت أحاديث كثيرة بعضها صحيح وبعضها فيه ضعف ، ومجموعها مما تقوم به الحجة أن النبي صلى الله عليه وسلم سجد سجود شكر في مواضع ، ولم يرد في ذلك غير فعله صلى الله عليه وسلم فلم يكن واجبا

Artinya: Ada banyak hadits yang diriwayatkan; sebagian sahih sebagian yang lain dhaif. Secara keseluruhan dapat dijadikan dalil bahwa Nabi melakukan sujud syukur dalam sejumlah tempat dan situasi. Dan tidak disebutkan selain perbuatan Nabi. Maka sujud syukur tidak wajib.

Imam Nawawi dalam Al-Majmuk 3/564 menyatakan pandangan madzhab Syafi'i:
قال الشافعي والأصحاب: سجود الشكر سنة عند تجدد نعمة ظاهرة واندفاع نقمة ظاهرة، سواء خصته النعمة والنقمة أو عمت المسلمين... ولا يشرع السجود لاستمرار النعم، لأنها لا تنقطع

Artinya: Imam Syafi'i dan ulama madzhab Syafi'iyah menyatakan bahwa sujud syukur hukumnya sunnah saat mendapat anugerah kenikmatan baru yang nyata atau terhindar dari musibah yang jelas. Baik kenikmatan atau musibah yang bersifat individu atau yang bersifat umum (menimpat umat Islam). Sujud syukur tidak disunnahkan untuk nikmat yang terjadi terus menerus karena anugerah Allah tiada putusnya.

Oleh karena itu sujud syukur disunnahkan dalam dua kondisi:
1. Ketika adanya anugerah atau nikmat yang baru seperti seseorang mendapat hidayah, masuk Islam, atau umat Islam mendapat pertolongan atau kelahiran anak, dll.

2. Ketika tercegah atau terhindarnya musibah seperti selamat dari kecelakaan tenggelamnya kapal, jatuhnya pesawat atau selamat dari pembunuhan, dan lain-lain.

Dalam kitab Syarah Al Mahalli Ala Syarhil Minhaj, 1/156 juga dinyatakan:
( وتسن لهجوم نعمة أو اندفاع نقمة ) وفي المحرر والروضة كالشرح من حيث لا يحتسب . قال في البحر : الأول كحدوث ولد أو مال له . والثاني كنجاته من الهدم والغرق , روى أبو داود وغيره { أنه صلى الله عليه وسلم كان إذا جاءه شيء يسره خر ساجدا } , ولا يسن السجود لاستمرار النعم . ( أو رؤية مبتلى ) كزمن ( أو عاص )

Pendapat senada lihat di kitab Mughnil Muhtaj, 1/447.

RUKUN SUJUD SYUKUR

1) Berniat untuk sujud syukur
2) Membaca takbiratul ihram ketika hendak sujud
3) Satu kali sujud
4) Memberi salam sesudah sujud

CARA SUJUD SYUKUR

Sujud syukur sama dengan sujud shalat atau sujud tilawah dengan sedikit perbedaan. Cara berikut menurut madzhab Syafi'i:

1. Niat sujud syukur (dalam hati): "Saya niat sujud syukur sunnah karena Allah" (نويت سجود الشكر سنة لله تعالي)
2. Membaca takbir dan mengangkat kedua tangan untuk melaksanakan sujud seperti hendak takbirotul ihrom.
3. Sujud tanpa mengangkat tangan saat turun hendak sujud
4. Sujud hanya satu kali dan sunnah membaca "سبحان ربي الأعلى" tiga kali dan membaca doa berikut [سَجَدَ وَجْهِي لِلَّذِي خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ ، وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ ، بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ]
5. Lalu mengangkat kepala dari sujud dengan membaca takbir.
6. Duduk tanpa membaca tahiyat (tasyahud) dan
7. Diakhiri dengan mengucapkan salam.

CATATAN:

Dalam madzhab Syafi'i sendiri terdapat perbedaan ulama tentang apakah sujud syukur diakhiri dengan salam, atau tidak. Imam Nawawi dalam Al-Majmuk 3/564 menyatakan:
ويفتقر سجود الشكر إلى شروط الصلاة وحكمه في الصفات وغيرها حكم سجود التلاوة خارج الصلاة ، قال الشيخ أبو حامد والأصحاب : وفي السلام منه والتشهد ثلاثة أوجه كما في سجود التلاوة ( الصحيح ) السلام دون التشهد ( والثاني ) لا يشترطان ( والثالث ) يشترطان .

Artinya: Sujud syukur membutuhkan sejumlah syarat shalat. Sedangkan hukumnya dalam sifat dan lainnya sama dengan hukum sujud tilawah di luar shalat. Syekh Abu Hami Al-Ghazali dan ulama madzhab Syafi'i menyatakan: Dalam soal salam dan tahiyah terdapat tiga pendapat sebagaimana dalam sujud tilawah. Pendapat yang sahih adalah (diakhiri dengan) salam tanpa adanya tahiyat. Pendapat kedua, tidak perlu tahiyat dan tidak perlu salam. Pendapat ketiga, harus dengan tahiyat dan salam.


BACAAN DOA SUJUD SYUKUR

- Bacaan untuk sujud syukur sama dengan sujud waktu melaksanakan shalat yaitu: سبحان ربي الأعلى وبحمده
- Dapat juga ditambah dengan bacaan berikut:
اللهم لك سجدت ، و بكَ آمنت ، و لك اسلمت ، سجد وجهي للذي خلقه و صوره ، و شق سمعه و بصره ، تبارك الله أحسن الخالقين
- Setelah bacaan di atas, dapat juga ditambah dengan bacaan doa apapun yang diinginkan.


HUKUM SUJUD SYUKUR SAAT SEDANG SHALAT

Berbeda dengan sujud tilawah yang boleh dilakukan saat shalat sedang berlangsung atau di tengah-tengah shalat, sujud syukur tidak boleh dikerjakan saat sedang shalat. Kalau itu terjadi maka batal shalatnya.

Imam Nawawi dalam Al-Majmuk 4/68 menyatakan:
(فرع) اتفق أصحابنا على تحريم سجود الشكر في الصلاة فان سجدها فيها بطلت صلاته بلا خلاف وقد صرح المصنف بهذا في مسألة سجدة ص ولو قرأ آية سجدة سجد بها للشكر ففي جواز السجود وجهان في الشامل والبيان وغيرهما أصحهما تحرم وتبطل صلاته وهما كالوجهين فيمن دخل المسجد لا لغرض آخر

Ulama madzhab Syafi'i sepakat atas haramnya melaksanakan sujud syukur saat sedang shalat. Apabila hal itu dilakukan, maka shalatnya batal. Penulis kitab Muhadzab menjelaskan soal ini dalam kasus sajadah-nya Surah Shad apabila seseorang yang shalat membaca ayat sajadah lalu sujud syukur, maka dalam kebolehan sujud ada dua pendapat dalam kitab As-Shamil dan Al-Bayan dan lainnya. Yang paling sahih adalah haram dan batal shalatnya. Kedua pendapat sama dengan perbedaan pendapat dalam soal seseorang yang masuk masjid bukan untuk tujuan yang lain.






Tata Cara 
Syujud Syukur






























Disusun oleh:
Kelompok Ali Bin Abi Thalib
1.      Ahmad Nurul H. M
2.      Risti Wulandari
3.      Desty Skortasari
4.      Neni. F
5.      Ajeng P. P
6.      Mutia
7.      Dwi. K
8.      Sahrul Alfian
9.      Amar Ruloh
10.  Dandi Alamsyah




SMP NEGERI 2 JASISNGA
Jl. Letnan Sayuti Km. 04 Ds. Cikopomayak, Jasinga-Bogor

cerpen remaja



TEMAN PERTAMA DI HIDUPKU


Aku hanya tertududuk terdiam menundukan kepalaku, ya... seperti ini lah kehidupanku disekolah yang menurutku sangat kejam ini. Bagaimana tidak ? semua anak membenciku karna aku seorang putri yang profesi orang tuaku adalah seorang penjual susu kaleng keliling yang memaksakan diri bersekolah disekolahan elit seperti ini, jika tidak karena beasiswa yang kudapat mungkin aku sudah melawan perbuatan mereka yang menurutku sudah di luar batas peri kemanusiaan.
***

Bel istirahat berbunyi semua anak berhamburan keluar terkecuali hanya aku yang tersisa diruangan yang bagaikan neraka ini, aku terduduk menunduk seluruh wajahku tertutup oleh rambut hitam panjangku. Cukup lama aku terdiam disini hingga pada saatnya aku merasa bosan, akhirnya aku putuskan untuk melangkah pergi keluar kelas.

Dengan berjalan menunduk menyusuri trotoar kelas dan bertemu dengan para mulut kejam yang tak salah lagi sedang membicarakanku, aku tidak peduli aku tetap melanjutkan langkahku. Sampai suatu saat sesuatu mengenai kepalaku, benda itu terjatuh di bawah tepatnya dihadapan kakiku, ternyata itu hanya botol air mineral yang tak berisi, aku memungut botol itu dan memasukannya kedalam ember sampah yang berada disampingku. Saat hendak memasukkan botol itu semua anak melempariku dengan tepung dan juga telur aku hanya terdiam menunduk pasrah menerima perlakuan mereka.
Semua anak menghampiriku, salah satu dari mereka mendorong tubuhku hingga aku terjatuh ke lantai.
"bangunlah.... ayo bangun anak miskin!" ucap seorang murid pria yang mendorongku tadi

Aku hanya bisa menangis menunduk, semua anak memukuliku hingga seluruh wajahku memar.

Tak berseling lama tiba-tiba seseorang datang yang tak lain itu adalah ibu kim, guru wali kelasku.
"Hentikan semuanya!!!" teriak ibu Kim,

Sesaat semua murid yang mengelilingiku terkejut dan spontan berlari berhamburan memasuki ruangan kelasnya masing-masing.

Ibu Kim secepat mungkin mendekatiku dan membantuku berdiri, "Kau tak apa Melati ?" tanya ibu Kim lembut
"Tidak bu, aku baik-baik saja" jawabku menunduk
"Lebih baik kau obati dulu lukamu, dan ibu akan meminta seragam baru untukmu" tutur ibu Kim
"Tidak bu tidak usah, aku baik-baik saja, terima kasih" kataku
"Baiklah, kau akan diijinkan pulang sekarang, ibu yang akan bertanggung jawab"

Oh sungguh ini tak begitu buruk untukku, akhirnya aku bisa pulang lebih cepat juga mimpi aapa aku semalam sampai bisa beruntung seperti ini.

Aku mengangkat wajahku kulihat disebelah ibu Kim berdiri seorang anak pria berpakaian seragam dan tersenyum padaku, jelas saja dia bukan siswa sekolah ini aku pun baru melihatnya.
Ibu Kim berkata jika ia pun akan memasuki ruangan kelasku untuk mengenalkan murid baru, aku berjalan mengikuti ibu Kim tepatnya dibelakang murid pria baru itu

Sesampainya diruang kelas aku segera menuju tempat dudukku dan mengambil tas milikku, semua anak memandangku sinis meski aku tidak melihatnya langsung karna aku menundukan kepalaku ketika berjalan tapi aku bisa merasakannya.
***

Pagi yang begitu cerah, membuat bahagia siapapun orangnya yang melihat keindahannya, angin pagi berhembus kencang menerpa tubuhku. Langkah demi langkah aku tapaki hingga sampailah kedepan gerbang sekolahku.

Aku memasuki ruang kelasku, terlihat disana beberapa orang anak memandangku dengan sinis bahkan ketika aku melewati mereka, mereka menghalang jalanku dan mendorong tubuhku hingga terjatuh. hanya tawa kesenangan yang mereka dapatkan.
Tiba-tiba seseorang mengulurkan tangannya padaku, aku secepat mungkin memastikan orang itu, ternyata itu adalah murid baru yang kemarin aku bertemu dengannya.
"ayolah... bangun.." ucap pria itu yang akupun tak mengenalnya

Sontak semua anak merasa heran dan bingung,
"Fandy! apa yang sedang kau lakukan?" tanya seorang murid laki-laki padanya
tapi dia tak menghiraukannya

Aku tak menerima uluran tangan miliknya, aku berfikir dia pun pasti sama seperti anak-anak lain, akhirnya aku pergi berlari keluar kelas.

Aku menangis dibawah pohon ditaman, aku tak peduli bel pelajaran sekolah dimulai. Hatiku hancur kenapa juga aku harus dilahirkan oleh sepasang keluarga penjual susu kaleng keliling? kenapa aku tidak seperti mereka? tuhan tak adil!.

Sampai sekolah sepi ditinggalkan oleh penghuninya, aku masih tetap berada dibawah pohon itu terduduk dengan kaki menegak menompang tangan dan daguku pandanganku sayu kedepan.

Tiba-tiba seseorang memegang pundakku, aku menoleh
"kau..." ucapku
"yah ini aku, apa aku boleh duduk disampingmu ?" tanya pria itu
"Untuk apa kau kemari ? apa kau pun ingin melihat seberapa menyedihkannya aku ?" Tanyaku dingin
"Tidak! aku kemari ingin berkenalan denganmu...." jawab pria itu
"Lebih baik kau pergi saja, bukankah teman-teman kayamu juga sudah pergi meninggalkan sekolah ini?" tanyaku lagi kecut
"Biarlah, tapi aku ingin bersamamu...." jawab nya

aku memandangnya muak secepat mungkin aku pergi meninggalkannya tapi ia mengejarku.
"Aku ingin menjadi temanmu, tak bisa kah kau terima aku menjadi temanmu?" tanya pria itu mengikuti dibelakangku
aku tak memperdulikannya, aku berlari berusaha menghindar darinya tapi ia tetap mengejarku.

Keesokan harinya anak pria murid baru itu tetap mengikutiku kemanapun aku pergi, dan anehnya pagi itu tak ada ejekan yang terlontar dari mulut semua murid disini tidak seperti biasanya, "Aku yang mengencam mereka untuk tidak memperlakukanmu dengan buruk!" tuturnya padaku ketika aku sedangterduduk sendiri dibangku ruang kelas "Apa maksudmu?" tanyaku tak mengerti dengan perkataanya
"Aku ingin menjadi temanmu... apa kau benar-benar membenciku ? aku hanya ingin menjadi temanmu tak lebih!"
"kenapa harus aku?" tanyaku "Dan asal kau tau aku tidak butuh siapapun disekolah ini termasuk seorang teman!" lanjutku tegas
"Tapi kenapa?" tanyanya
"Apa kau tak mengerti atau memang pura-pura tidak mengerti?" semua orang orang disini tak ada yang baik satu pun! apa itu yang selalu dilakukan oleh orang-orang kaya terhadap orang miskin sepertiku?" tanyaku dengan kedua bolamataku menatapnya
"Tidak semua orang seperti itu...." jawabnya
"Tidak?" tanyaku " Apa ada didunia ini orang yang memihak kepada orang miskin sepertiku ?"lanjutku menangis
"Ada!" jawabnya "Akulah orangnya, aku berada dipihakmu. Tak peduli siapa kamu dan siapa aku ... Yang jelas aku ingin berteman denganmu" Lanjutnya

Aku sejenak terdiam memandang matanya dalam.
"apa kau tidak malu jika berteman denganku?" Tanyaku masih memandang matanya
"Malu? apa maksudmu?" tak peduli siapa kamu dan siapa aku bagiku itu tak penting bukankah berteman dengan siapapun bisa tanpa harus memandang derajat orang tersebut?" jelasnya

Aku tersenyu padanya, ia pun membalas senyumanku dengan manis.

budidaya terong



BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang
            Kebutuhan pangan di Indonesia memang cukup besar, salah satunya adalah buah terung yang dikonsumsi sebagai sayur. Terung sudah cukup populer di Indonesia. Hampir semua kalangan dari berbagai daerah di Indonesia mengkonsumsi buah ini. Dari catatan sejarah, daerah/Negara sebagai asal tanaman terung terletak di Asia, yakni India dan Birma. Menurut penelitian, sejak ratusan tahun lalu, terung mulanya hanya tumbuh liar. Namun kemudian setelah diketahui rasanya enak dan bermanfaat terung kemudian dibudidayakan di daerah tersebut. Di Afrika juga ditemukan plasma nutfah (sumber genetik) tanaman terung. Salah satunya adalah engkol (solanum marcrocarpon). Jadi hakikatnya, tanaman terung merupakan tanaman asli daerah tropis.
            Daerah peneyebaran di berbagai wilayah di Indonesia, juga menyebabkan penyebutan nama yang berbeda-beda. Tanaman terung di daerah Sunda dan Madura dikenal dengan nama terong/cokrom. Sedangkan nama lain ialah encong atau terong (Jawa), trueng (Aceh), tiung (Lampung), roteng(Batak), turung Ambon), bodong-bodong (Makasar), antibu(Gorontalo) ,kaduwi (Bima/Sumabawa), tuung atau cuung(Bali), kaumenu(Timor), fofoki(Ternatete), papao atau turium (Irian Jaya). Sedangkan di Jepang, terung dikenal dengan nama nashubi, sedangkan dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama eggplant atau aubergin. Sedangkan nama ilmiahnya adalah Solamnum melongena.
            Namun ada tigal hal yang membuat budidaya terung kurang berkembang. Yakni :
1.      Benihnya masih banyak diimpor dari luar nengeri yang daya kecambahnya kurang  dan harganya mahal.
2.      Masih ada beberapa varietas yang kurang tahan panas.
3.      Semua varietas banyak diserang hama busuk buah
            Untuk mengatasinya penulis melakukan penelitian cara budidaya terung dan pengusahaan perawatan tanaman terung sehingga menjadi produk yang berkualitas tinggi.
            Sementara itu prospek pengembangan usaha tanaman terung bernilai tinggi, karena selain mempunyai nilai gizi yang tinggi juga mempunyai nilai yang tinggi pula. Tanaman terung juga dikenal sebagai tanaman yang banayak menghasilkan (money maker). Pengenbangan budidaya tanaman terung tentu saja dapat mendukung upaya petani dalam memperoleh hasil secara ekonomi yang memuaskan, pengembangan argo bisnis, peningkatan gizi masyarakat, perluasan tenaga kerja, serta peningkatan pendapata Negara dari pembatasan impor dan memacu pertumbuhan ekspor. Wilayah tropis di Indonesi merupakan keunggulan komperatif.


B.   Rumusan Masalah
 Berdasarkan latar belakang masalah, dapat dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut:
1.      Bagaimana cara membudidayakan terung?
2.      Apa saja manfaat dari buah terung.


C.   Tujuan Penulisan
Tujuan yang hendak dicapai dalam penulisan ini adalah sebagai berikut:
1.      Tujuan umum
Dikatahui cara budidaya tanaman terung serta manfaatnya.
2.      Tujuan khusus
Cara mengatasi penyakit dan hama pada buah terung.


D.   Metode Penelitian
1.      Tenik Pengumpulan Data
Data dikumpulakn dari sumber- sumber berupa jurnal, majalah, buku, artikel ilmiah di inrternet, komunikasi pribadi dari sumber-sumbar lain yang relevan dengan topic yang di bahas. Pada tahap ini data, fakta  dan informasi dicari dan diidentifikasi. Data diseleksi yang sesuai dengan topic karya tulis dan dipisahkan dengan yang tidak sesuai. Data yang sesuai dengan topic karya tulis dipisahkan berdasrakan sub-sub judul dalam keranga.
2.      Teknik Pengolah Data
Data, fakta atau nformasi yang diperoleh kemudian diolah dengan cara tabulasi untuk data kuantitatif dan untuk informasi kualitatif dianalisis dengan analisis deskriptif dalam bentuk teks. Data yang telah diolah kemudian ditafsirkan dengan menggunakan metode analisis isi.
3.      Teknik Analisis dan Sintetis
Analisis dilakukan dengan cara membandingkan intisari-intisari sumber bacaan sebagai hasil pengolahan dan penafsiran data, fakta atau informasi. Pada taap ini, dibandingkan pula antara data yang tersedia dengan teori-teori yang relevan. Berdasarkan perbandingan tersebut, maka diungkapkan permasalahan-permasalahan,  kelemahan-kelemahan, kelebihan-kelebihan, atau manfaat-manfaatnya. Permasalahan yang ditemukan itu kemudian di cari alternatif pemecahannya. Pemecahan  masalah dilakukan dengan cara-cara yang telah ada. Berdasarkan hasil perbandingan itukemudian diangkat pemecahan masalah yang merupakan kombinasi dari cara pemecahan masalah yang telah ada. Disisni saya juga mengemukakan argumentasi untuk mendukung alternatif pemecahan masalah yang saya ungkapakan.
4.      Teknik Penarikan Simpulan
Simpulan dibuat dengan menggunakan pola pikir yang induktif , yaitu menarik simpulan dari proposisi-proposisi yang khusus yang digeneralisasikan. Saran atau rekomendasi dibuat berdasarkan hasil simpulan.


E.    Manfaat
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan simpulan kepada:
1.      Bagi Peneliti
Penelitian ini dapat menambah dan meningkatkan wawasan dan kemampuan peneliti serta penerapan pengetahuan serta cara budidaya dan manfaat terung.
2.        Bagi Peneliti lain
Hasil peneliti in dapat dijadikan sebagai bahan refrensi untuk mengadakan penelitian lebih lanjut.
3.      Ilmu Pengetahuan
Penelitian ini dapat menambah hasih penelitian khusunya penelitian tentang cara budidaya terung dan memberikan informasi bahwa buah terung tidak hanya enak dikonsumsi tetapi juga kaya akan manfaat.
BAB II
ANALISIS DAN PEMBAHASAN


A. Budidaya terung
1. Syarat tumbuh tanaman terung
 Tanaman terung tumbuh hampir di setiap jenis tanah dengan kisaran pH 5-6. Tanaman ini memerlukan air yang cukup untuk menopang pertumbuhannya. Ketinggian tempat yang dapat ditanami tanaman terung C.°-25°antara 1-1200 mdpl dengan suhu optimal 18
2.      Persiapan teknis budidaya terung
Derajat keasaman tanah (pH) perlu diukur untuk menentukan jumlah pemberian kapur pertanian pada tanah masam atau pH rendah (di bawah 6,5). Pemberian kapur pertanian berfungsi untuk menetralkan pH tanah (pH 7) atau setidaknya mendekati netral.  Pengukuran bisa dilakukan dengan kertas lakmus, PH meter, atau cairan PH tester. Pengambilan titik sampel bisa dilakukan dengan cara zigzag
3.      Persiapan lahan
Persiapan  lahan  meliputi  pembajakan dan penggaruan tanah, Pembuatan bedengan kasar dengan  lebar 110-120 cm, tinggi 40-70 cm dan lebar parit 50-70 cm, pemberian kapur pertanian sebanyak 200 kg/rol mulsa PHP (Plastik Hitam Perak) untuk tanah dengan pH di bawah 6,5, pemberian pupuk kandang yang sudah difermentasi sebanyak 20 ton/ha dan pupuk NPK 15-15-15 sebany            qak 150 kg/rol mulsa PHP, kemudian dilakukan pengadukan/pencacakan bedengan agar pupuk yang sudah diberikan bercampur dengan tanah, persiapan selanjutnya pemasangan mulsa PHP, pembuatan lubang tanam dengan  jarak tanam ideal untuk musim kemarau 60 cm x 60 cm sedangkan untuk musim penghujan bisa diperlebar 70 cm x 60 cm dan kemudian dilakukan pemasangan ajir.
4.      Persiapan pembibitan dan penanaman
Pada persiapan pembibitan dibutuhkan rumah atau sungkup pembibitan untuk melindungi bibit yang masih muda. Kemudian menyediakan media semai dengan komposisi 20 liter tanah, 10 liter pupuk kandang, dan 150 g NPK halus. Media campuran dimasukkan ke dalam polibag semai. kemudian benih disemaikan pada polibag. Untuk mempercepat perkecambahan benih p          ermukaan media ditutup dengan kain goni (bisa juga menggunakan mulsa PHP) dan dijaga dalam keadaan lembab.
Pembukaan penutup permukaan media semai dilakukan apabila benih sudah berkecambah, baru kemudian benih disungkup menggunakan plastik transparan. Pembukaan sungkup dimulai pada jam 07.00 - 09.00, dan dibuka lagi jam 15.00-17.00. Umur 5 hari menjelang tanam sungkup harus dibuka secara penuh untuk penguatan tanaman. Penyiraman jangan terlalu basah dan dilakukan setiap pagi.  Penyemprotan dengan fungisida berbahan aktif simoksanil dan insektisida berbahan aktif imidakloprid pada umur 15 hss (hari setelah semai) dengan dosis ½ dari dosis terendah. Bibit yang sudah memiliki 4 helai daun sejati siap untuk pindah tanam ke lahan
5.      Penyulaman
Penyulaman dilakukan sampai dengan umur tanaman 2 minggu. Tanaman yang sudah terlalu tua apabila masih terus disulam mengakibatkan pertumbuhan tidak seragam. Dan akan berpengaruh terhadap pengendalian hama penyakit.

6.      Perempelan dan pengikatan tanaman
Perempelan tunas samping pada tanaman terong dilakukan sampai dengan pembentukan cabang, baik pada cabang utama, cabang kedua, ketiga dan seterusnya di atas cabang utama. Jadi di atas cabang utama, cabang yang dipelihara adalah cabang-cabang produktif, dimana cabang-cabang produktif ini selalu diikuti dengan munculnya bunga. Perempelan tunas samping dilakukan pada semua tunas yang keluar di ketiak daun, baik di bawah cabang utama maupun di bawah cabang-cabang produktif. Perempelan tunas di bawah cabang utama bertujuan untuk memacu pertumbuhan vegetatif tanaman agar tanaman tumbuh kekar, disamping itu juga menjaga kelembaban pada saat tanaman sudah dewasa, sedangkan perempelan tunas dibawah cabang-cabang produktif bertujuan untuk menjaga kelembaban tanaman dan mengoptimalkan produksi.
Perempelan daun di bawah cabang utama dilakukan pada saat tajuk tanaman telah menutupi seluruh daun bagian bawah, pada saat ini daun sudah tidak berfungsi secara optimal, justru sangat disenangi  hama dan penyakit tanaman. Perempelan pada daun juga dilakukan bagi daun tua/terserang penyakit.
7.      Sanitasi lahan dan pengairan
Sanitasi lahan pada budidaya terong meliputi : pengendalian gulma atau rumput, pengendalian air saat musim hujan sehingga tidak muncul genangan, perempelan daun dan pencabutan tanaman yang terserang hama penyakit.
Pengairan diberikan secara terukur, dengan penggenangan atau pengeleban seminggu sekali jika tidak turun hujan. Penggenangan jangan terlalu tinggi, batas penggenangan hanya 1/3 dari tinggi bedengan.
8.      Pemupukan susulan
Pupuk yang digunakan pada pemupukan susulan meliputi pupuk akar dan pupuk daun. Pupuk akar diberikan dengan cara pengocoran yaitu saat tanaman berumur 15 hst dan 30 hst berikan 3kg NPK 15-15-15 kemudian larutkan dalam 200lt air, larutan ini dapat digunakan untuk 1000 tanaman dan masing-masing  tanaman diberikan 200ml. Pada umur 45 hst dosisnya 4kg NPK 15-15-15 dilarutkan dalam 200lt air, untuk 1000 tanaman dan masing-masing  tanaman diberikan 200ml. Sedangkan pada umur 60 hst dan 75 hst, dosisnya 5kg NPK 15-15-15 dilarutkan dalam 200lt air, untuk 1000 tanaman dan tiap tanaman 200ml.
Pupuk daun dengan kandungan Nitrogen tinggi diberikan pada umur 14 hst dan 21 hst. Sedangkan kandungan Phospat, Kalium dan mikro tinggi diberikan umur 30 hst dan 60 hst.
9.      Penyakit  pada tanaman terung
a.       Rebah Semai
Rebah semai biasa menyerang tanaman terong pada fase pembibitan. Cara pengendaliannya dengan penyemprotan fungisida sistemik berbahan aktif propamokarb hidroklorida, simoksanil, kasugamisin, asam fosfit, atau dimetomorf dengan dosis ½ dari dosis terendah yang tertera pada kemasan.

b.         Layu bakteri
Penyakit ini sering menggagalkan tanaman, Serangannya disebabkan oleh bakteri. Upaya pengendalian yang dapat dilakukan antara lain dengan meningkatkan pH tanah, memusnahkan tanaman yang terserang, melakukan penggiliran tanaman serta penyemprotan secara kimiawi menggunakan bakterisida dari golongan antibiotik dengan bahan aktif kasugamisin, streptomisin sulfat, asam oksolinik, validamisin, atau oksitetrasiklin dengan dosis sesuai pada kemasan.

c.       Layu fusarium
Gejala yang ditimbulkan oleh layu fusarium hampir sama dengan  layu bakteri, yang membedakan hanyalah penyebabnya. Layu fusarium disebabkan oleh serangan jamur. Upaya pengendalian yang dapat dilakukan antara lain dengan meningkatkan pH tanah, memusnahkan tanaman yang terserang, melakukan penggiliran tanaman serta penyemprotan secara kimiawi menggunakan fungisida berbahan aktif benomil, metalaksil atau propamokarb hidroklorida dengan dosis sesuai pada kemasan.

d.      Busuk Phytoptora
Busuk phytopthora menyerang semua bagian tanaman. Batang yang terserang ditandai dengan bercak coklat kehitaman dan kebasah-basahan. Serangan serius menyebabkan tanaman layu. Daun terong yang terserang seperti tersiram air panas. Sedangan serangan pada buah ditandai dengan bercak kebasah-basahan yang menjadi coklat kehitaman dan lunak. Pengendalian secara kimiawi menggunakan fungisida sistemik, contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah metalaksil, propamokarb hidroklorida, simoksanil, atau dimetomorf dan fungisida kontak berbahan aktif tembaga, mankozeb, propineb, ziram, atau tiram.

e.       Bercak daun
Penyakit ini disebabkan oleh serangan bakteri, berkembang pesat terutama pada musim hujan. Serangan ditandai dengan adanya bercak putih dan bersudut karena dibatasi tulang daun. Kemudian bercak berubah menjadi cokelat kelabu serta bagian bawah daun mengeluarkan cairan, akhirnya daun mengering. Pengendaliannya menggunakan bakterisida dari golongan antibiotik dengan bahan aktif kasugamisin, streptomisin sulfat, asam oksolinik, validamisin, atau oksitetrasiklin, atau dari golongan anorganik seperti tembaga. Dosis sesuai pada kemasan.

f.       Antraknosa
Antraknosa sering juga diistilahkan dengan nama patek. Penyakit ini menyerang semua bagian tanaman yang ditandai dengan adanya bercak agak bulat berwarna cokelat muda, lalu berubah menjadi cokelat tua sampai kehitaman. Semakin lama bercak melebar dan menyatu akhirnya daun mengering. Gejala lain adalah bercak bulat memanjang berwarna kuning atau cokelat. Buah yang terserang akan nampak bercak agak bulat dan berlekuk berwarna cokelat tua, disini cendawan akan membentuk massa spora berwarna merah jambu. Pengendalian secara kimiawi menggunakan fungisida sistemik, contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah benomil, metil tiofanat, karbendazim, difenokonazol, atau tebukonazol, dan fungisida kontak berbahan aktif klorotalonil, azoksistrobin, atau mankozeb.

10.  Hama pada tanaman terung
a.       Ulat tanah
Hama jenis ini menyerang tanaman pada malam hari, sedangkan pada siang harinya bersembunyi di dalam tanah atau di balik mulsa PHP. Ulat tanah menyerang batang tanaman yang masih muda dengan cara memotongnya, sehingga sering dinamakan juga ulat pemotong. Cara pengendaliannya adalah dengan pemberian insektisida berbahan aktif karbofuran sebanyak 1gram pada lubang tanam

b.      Ulat grayak
Ulat grayak menyerang daun tanaman bersama-sama dalam jumlah yang sangat banyak, ulat ini biasanya menyerang di malam hari. Pengendalian yang dapat dilakukan adalah dengan penyemprotan insektisida berbahan aktif sipermetrin, deltametrin, profenofos, klorpirifos, metomil, kartophidroklorida, atau dimehipo dengan dosis sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan.

c.       Ulat buah
Ulat menyerang terong dengan cara mengebor buah sambil memakannya. Buah yang terserang akhirnya berlubang. Pengendaliannya dengan cara penyemprotan insektisida berbahan aktif sipermetrin, deltametrin, profenofos, klorpirifos, metomil, kartophidroklorida, atau dimehipo dengan dosis sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan.

d.      Kutu daun
Kutu daun mengisap cairan tanaman terutama pada daun yang masih muda, kotoran dari kutu ini berasa manis sehingga menggundang semut. Daun yang terserang mengalami klorosis (kuning), menggulung dan mengeriting, akhirnya tanaman menjadi kerdil. Pengendaliannya dengan penyemprotan insektisida berbahan aktif abamektin, imidakloprid, tiametoksam, asetamiprid, klorfenapir, sipermetrin, atau lamdasihalotrin dengan dosis sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan.

e.       Kutu kebul
Hama ini berwarna putih, bersayap dan tubuhnya diselimuti serbuk putih seperti lilin. Kutu kebul menyerang dan menghisap cairan sel daun sehingga sel-sel dan jaringan daun rusak. Pengendalian hama ini dengan cara penyemprotan insektisida berbahan aktif abamektin, imidakloprid, asetamiprid, klorfenapir, sipermetrin, atau lamdasihalotrin dengan dosis sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan.

f.       Kumbang kuning
Tanaman terong menjadi inang dari kumbang ini, kumbang berwarna kuning dengan seluruh tubuh diselimuti seperti duri. Pengendaliannya dengan cara penyemprotan insektisida berbahan aktif sipermetrin, deltametrin, profenofos, klorpirifos, metomil, kartophidroklorida, atau dimehipo dengan dosis sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan

g.      Lalat buah
Lalat buah menyerang buah terong dengan cara menyuntikkan telurnya ke dalam buah, kemudian telur berubah menjadi larva, telur-telur inilah yang akhirnya menggerogoti buah terong sehingga buah menjadi busuk. Pengendalian lalat buah dapat menggunakan perangkap lalat (sexpheromone), caranya : metil eugenol dimasukkan pada botol aqua yang diikatkan pada bambu dengan posisi horisontal, atau dapat pula menggunakan buah-buahan yang aromanya disukai lalat (misal nangka, timun) kemudian dicampur insektisida berbahan aktif metomil.  Selain itu juga dapat dilakukan penyemprotan menggunakan insektisida berbahan aktif sipermetrin, deltametrin, profenofos, klorpirifos, metomil, kartophidroklorida, atau dimehipo dengan dosis sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan.






11. Panen dan Pasca Panen
a.      Panen
Panen adalah upaya untuk memisahkan bagian tanaman yang memiliki nilai ekonomi dari tanaman induknya.
Waktu panen sangat ditentukan oleh:
Ø  Jenis / varietas tanaman terong
Ø  Hari tanam / hari berbunga
Ø  Kondisi lingkungan selama musim tanam.
Adapun cara panen dilakukan secara manual yaitu dengan memotong tangkai buah dengan pisau atau gunting. Cara panen ini merupakan metode yang terbaik bila dipandang dari sudut kualitas buah, karna:
-          Hanya buah yang memenuhi kriteria panen yang boleh dipetik,
-          Penanganan buah dapat lebih terkendali karna buah ditngani satu per satu mulai dari pemetikan sampai dimasukkan dalam keranjang penampungan.
b.      Pasca panen
Tanaman terong merupakan sayuran yang bersifat tidak tahan lama, cepat rusak dancepat busuk. Oleh karna itu buah terong yang selesai dipanen harus ada perlakuan atau penanganan lepas panen agar buah terong tetap dalam keadaan segar dan baik.
Dalam penanganan lepas panen ada beberapa hal yang harus dikerjakan diantaranya adalah sebagai berikut:
1.       Sortasi
Sortasi adalah melakukan pemisahan buah, antara buah yang termasuk kualitas baik dan kualitas kurang baik. Karna semua terong yang telah dipanen tidak semua layak untuk dipanen.
2.       Grading
Grading adalah pemisahan buah yang didasari oleh kriteria-kriteria diantaranya adalah besar kecilnya buah, panjang, bentuk warna, bentuk warna dan kesegaran buah.
3.       Pembersihan
Pembersihan buah dalam penanganan lepas panen merupakan kegiatan yang harus dilakukan, karna pembersihan adalah salah satu usaha untuk menghindari adanya kontaminasi bahan-bahan kimia yang menempel pada buah tersebut.
4.       Pengemasan
Pengemasan salah satu cara untuk mengawetkan dan melindungi buah terong tersebut dari kebusukan dan kerusakan akibat dari pengankutan.

5.       Pengankutan
Pengankutan tanaman terong biasanya menggunakan alat pengankutan. Pengankutan biasa digunakan adalah kendaraan yang mampu membawa terong dengan kecepatan yang tinggi,  hal ini untuk menghindari penurunan mutu buah akibat dari penundaan yang lama.
6.       Pemasaran
Pemasaran hasil merupakan salah satu kegiatan yang sangat penting dari kegiatang dari kegiatan bercocok tanam terong. Karna kegiatan ini menentukan keberhasilan atau tidaknya bercocok tanam.








B. Manfaat terung
1. Sumber vitamin
Terong mengandung Vit B, termasuk Vit B1, B3 dan B6 yang membantu tubuh anda mengubah karbohidrat menjadi energi yang dapat membantu menghancurkan lemak dan protein.

2. Mengurangi resiko serangan jantung
Serat yang terkandung dalam terung mampu mengurangi resiko terserang penyakit jantung. Selain itu, kandungan beta karoten dan antioksidan juga  merupakan kandungan yang mampu mencegah serangan jantung secara tiba-tiba.

3.Mencegah Aterosklerosis
Menurut salah satu ilmuan yang melakukan percobaan pada kelinci, bahwa kelinci yang diberi terung secara terus menerus terbukti dapat menurunkan lemak pada pembuluh arteri mereka sehingga dapat terhindar dari resiko Aterosklerosis.

4.Menurunkan Hipertensi
Terung memiliki kadar atu jumlah kalium yang cukup tinggi yaitu sekitar 217mg/100gram.kandungan kalium yang cukup tinggi ini efektif mencegah hipertensi.

5.Penurun Kolesterol
Terung membantu membatasi kandungan lemak dan kolesterol pada tubuh serta menjaga gula darah agar tetap normal.

6.Mencegah Diabetes
Ekstra terung dapat menghambat enzim yang dapat menyebabkan diabetes tipe 2 dengan mengontrol penyerapan glukosa da menurunkan tekanan darah yang dapat menyebabkan Diabetes.





















BAB IV
PENUTUP KESIMPULAN

Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian tentang budidaya dan manfaat terung dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1.      Tanaman terung dapat tumbuh disetiap jenis tanah dengan ketinggian tempat 1-1200mbpl dengan suhu optimal C°-25°18 dan derajat keasaman (Ph) 5-6.
2.      Lahan yang akan ditanami perlu dipersiapkan dengan pembajakan dan pengairan dan penggaruan serta pembuatan bedengan kasar  dan pemberian kapur pertanian untuk penyesuaian Ph tanah. Selajutnya pemasangan mulsa PHP dan pembuatan lubang tanaman.
3.      Persiapan pembibitan membutuhkan media semai yang dimasukkan dalam polibag untuk mempecepat perkecambahan benih, permukaan benih ditutup dengan mulsa PHP. Setelah berkecamabah, benih disungkup menggunakan plastic transparan. Benih perlu disemprot dengan fungisida berbahan aktiv inidakloprid pada umur 15 hss.bibit yang sudah memiliki  4 daun siap dipindah kelahan.
4.      Penyulaman dilakukan samapai dengan umur tanaman 2 minggu. Perempelan unas dilakukan sampai dengan pembentukan cabang. Cabang yang dipelihara adalah cabang produktif.
5.      Sanitasi lahan meliputi pengendalian rumput dan air. Pengairan dilakukan seminggu sekali. Pemupukan meliputi pupuk akar dan pupuk daun.pupuk akar dilakukan pada umur 15,30,45,60 dan 75 hst. Pupuk daun dengan kandungan nitrogen tinggi diberikan pada umur 14 dan 21 hst. Sedangakan kandungan phospat, kalium dan mikro tinggi diberikan pada umur 30 dan 60 hst.
6.      Penyakit pada tanaman terung meliputi rebah semai, layu bakteri, layu fosarium, busuk phyptotora, bercak daun dan antraknosa. Hama pada tanaman terung antara lain ulat tanah, ulat grayak, ulat buah, kutu daun, kutu kebul, kembang kuning dan lalat buah.
7.      Buah terung bermanfaat sebagai sumber vitamin, mengurangi resiko seranagn jantung, mencegah aterosklerosis, menurunkan hipertensi, penurun kolesterol dan mencegah diabetes


Saran
Berdasarkan penelitian budidaya dan manfaat terung yang telah dilakukan, maka penulis menyarankan :
1.      Perlu dilakukan penelitian tentang cara lain budidaya terung.
2.      Perlu dilakukan penelitian tentang cara dan proses pemanfaatan terung.
3.      Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengobatan-pengobatan penyakit lain dengan menggunakan terung.
4.      Dapat menjadi masukan pada masyarakat tentang budidaya dan manfaat terung.





Daftar Pustaka


Haryoto ( 2010),  Kreatif di Seputar Rumah: Menanam Terong di Pot. Bandung: Kanisius.
Rukmana, Ir. Rahmat (2011), Bertanam Terung. Bandung: Kanisius.
http://id.wikipedia.org/wiki/terung. Diakses pada 28 Mei 2013 pukul 16.25
            http://anadoang.blogspot.com /2012/11/budidaya-terong-ungu.html. Diakses pada 28 Mei 2013 puku 17.05.
            http://bagongmendem.blogspot.com/2011/09/laporan-biologi-pengaruh-konsentrasi.html. Diakses pada 29 Mei 2013 pukul 16.15.



















Makalah Holtikultura




 
Budidaya dan Manfaat  









 























Disusun oleh:
ASEP NUROHMAN







SMKN 1 CURUGBITUNG
2014
KATA PENGANTAR


Puji syukur  saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan berkah, rahmat dan hidayahNya, sehingga saya telah dapat menyelesaikan Karya Tulis Sederhana yang berjudul “Budidaya dan Manfaat Terung”.

Karya Tulis Sederhana ini berisikan tentang cara budidaya dan manfaat dari terung. Diharapkan Karya Tulis Sederhana ini dapat memberikan informasi kepada pembacanya tentang cara budidaya beserta manfaat dari terung.

Saya menyadari bahwa Karya Tulis Sederhana ini masih jauh dari kata sempurnaan. Dengan demikian kritik dan saran sangat saya harapkan demi perbaikan dan kesempurnaan pembuatan karya tulis sederhana di masa mendatang sangat saya harapkan. Walaupun demikian penulis berharap Karya Tulis Sederhana ini dapat berguna bagi penulis dan pembacanya.


Curugbitung, Maret 2014























i
 
 


DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR---------------------------------------------------------------- i
DAFTAR ISI------------------------------------------------------------------------- ii

BAB I  PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah---------------------------------------------------------- 1
B.     Rumusan Masalah---------------------------------------------------------------- 1
C    Tujuan Penelitian------------------------------------------------------------------ 2
D     Metode Penelitian----------------------------------------------------------------- 2
E.  Manfaat -------------------------------------------------------------------------- 2

BAB II ANALISIS DAN PEMBAHASAN
A.    Budidaya Terung----------------------------------------------------------------- 3
B.     Manfaat Terung------------------------------------------------------------------ 8

BAB III ENUTUP
A.    Kesimpulan----------------------------------------------------------------------- 9
B.     Saran---------------------------------------------------------------------------- 9

DAFTAR PUSTAKA-------------------------------------------------------------- 10


















ii